Merajut Kebersamaan: Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Tradisi Keagamaan

Penulis

  • Rahayu Mardikaningsih Universitas Sunan Giri Surabaya
  • Siti Nur Halizah Universitas Sunan Giri Surabaya
  • Didit Darmawan Universitas Sunan Giri Surabaya

Kata Kunci:

Community Service, Community Participation, Tradition, Tahlilan, Community Empowerment

Abstrak

Tradisi tahlilan, sebuah praktik keagamaan yang umum di masyarakat Indonesia, sering kali menghadapi tantangan dalam mempertahankan tingkat partisipasi yang tinggi. Tahlilan termasuk tradisi yang sudah dijalani oleh sebagian masyarakat secara turun-temurun semenjak masuknya islam dijawa hingga sekarang ini untuk memperingati waktu kematian seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam tradisi tahlilan sebagai bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda. Metode yang digunakan mencakup survei, diskusi kelompok, serta penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman tentang nilai dan relevansi tradisi tahlilan dalam sosial dan keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan partisipatif dan upaya edukasi yang berkelanjutan, dapat terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dalam tradisi tahlilan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat hubungan antara kegiatan keagamaan dan kehidupan masyarakat, serta memberikan wawasan bagi pengembangan strategi untuk melestarikan dan memperkaya tradisi keagamaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Unduhan

Diterbitkan

2023-04-25

Cara Mengutip

Mardikaningsih, R., Halizah, S. N. ., & Darmawan, D. . (2023). Merajut Kebersamaan: Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Tradisi Keagamaan. PADIMAS, 1(2), 9–16. Diambil dari https://padimas.dpadi.id/index.php/padimas/article/view/7

Terbitan

Bagian

##section.default.title##