Penataan Ruang Terbuka Hijau Sebagai Upaya Peningkatan Kenyamanan dan Estetika Lahan Kampus
Kata Kunci:
kebersihan kampus, gerakan bersih, kepedulian lingkungan, mahasiswa KKN, pemberdayaan, budaya bersih berkelanjutanAbstrak
Keberhasilan gerakan bersih ini sangat dipengaruhi oleh peran aktif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai penggerak utama. Mahasiswa KKN berfungsi sebagai fasilitator yang menjembatani komunikasi antara pihak kampus dan masyarakat setempat. Melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), mahasiswa KKN mampu mengidentifikasi serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki warga untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Kehadiran mahasiswa KKN memberikan stimulus bagi masyarakat untuk lebih antusias dalam bergotong royong, sehingga aksi pembersihan bukan lagi menjadi beban, melainkan kegiatan kolaboratif yang menyenangkan. Mahasiswa KKN juga berperan penting dalam memberikan edukasi praktis mengenai tata kelola sampah yang benar. Mereka tidak hanya terjun langsung dalam aksi pembersihan fisik, tetapi juga membangun sistem koordinasi yang efektif di lapangan. Partisipasi mahasiswa KKN terbukti efektif dalam memicu perubahan perilaku yang lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melalui interaksi yang intens, mahasiswa KKN mampu menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap fasilitas kampus, yang pada akhirnya memastikan bahwa kebersihan lingkungan tetap terjaga meski kegiatan KKN telah usai. Kehadiran mereka menjadi katalisator bagi terbentuknya budaya bersih yang berkelanjutan di lingkungan kampus dan area sekitarnya.













